Ambon, Terasfakta.com- Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon mencatat masih terdapat ribuan kursi kosong pada hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) Tahun 2026. Dari total kuota 3.464 kursi yang tersedia pada 83 program studi, hanya 2.109 peserta yang dinyatakan lulus seleksi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Dominggus Malle dalam konferensi pers di lantai II Rektorat Universitas Pattimura Ambon, Selasa (26/05/2026).
Menurut Dominggus, jumlah pendaftar SNBT Unpatti tahun ini mencapai 5.627 orang. Namun, dari hasil seleksi nasional yang diumumkan melalui laman SNPMB, tingkat keterisian kuota baru mencapai sekitar 60,8 persen.
“Dari kuota 3.464 kursi yang tersedia, yang terisi hanya 2.109 mahasiswa. Artinya masih ada sekitar 39 persen kursi yang belum terpenuhi dan nantinya akan diisi melalui jalur mandiri,” ungkap Dominggus.
Ia menjelaskan, dari 83 program studi yang dibuka, hanya 75 program studi yang berhasil memperoleh mahasiswa baru. Sementara tujuh program studi di kampus Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU), khususnya di Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru, belum mendapatkan peminat.
Meski demikian, Unpatti tetap mencatat capaian positif karena mahasiswa yang dinyatakan lulus berasal dari 25 provinsi di Indonesia.
Kendati mayoritas masih didominasi peserta asal Maluku, kondisi tersebut menunjukkan Unpatti masih menjadi salah satu perguruan tinggi tujuan di kawasan timur Indonesia.
“Ini menunjukkan minat masyarakat luar daerah terhadap Unpatti masih cukup tinggi,” katanya.
Pada kesempatan itu, Dominggus juga memaparkan sejumlah program studi dengan tingkat persaingan tertinggi pada SNBT 2026.
Program Studi Pendidikan Dokter menjadi prodi paling ketat dengan tingkat kelulusan sekitar 7,67 persen atau rasio persaingan 1:13.
Selanjutnya disusul Teknik Perminyakan dengan rasio 1:9,3 dan tingkat kelulusan 10,75 persen, Farmasi dengan rasio 1:9,2, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan rasio 1:8,3, serta Program Studi Gizi dengan rasio 1:7,8.
Selain itu, nilai tertinggi UTBK di Unpatti tahun ini tercatat sebesar 756,65 yang diterima pada Program Studi Teknik Sipil.
Unpatti juga mengingatkan peserta yang telah dinyatakan lulus agar segera melakukan registrasi ulang dan melengkapi dokumen paling lambat 3 Juli 2026. Sementara batas akhir pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) ditetapkan hingga 31 Juli 2026.
“Kami minta peserta segera melapor agar sisa kuota yang tidak terisi bisa dihitung untuk jalur mandiri,” ujarnya.
Untuk penerimaan mahasiswa baru jalur mandiri 2026, Unpatti membuka empat skema seleksi, yakni Mandiri UTBK, Mandiri Prestasi, Seleksi Mandiri berdasarkan nilai UTBK SNBT, serta Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).
Dominggus menjelaskan, jalur Mandiri Prestasi diperuntukkan bagi siswa berprestasi akademik maupun non-akademik pada program studi tertentu yang tingkat peminatnya rendah. Jalur tersebut tidak dipungut biaya pendaftaran.
Sementara jalur seleksi berdasarkan nilai UTBK SNBT diperuntukkan bagi peserta yang telah mengikuti UTBK tetapi belum lulus pada pilihan sebelumnya. Seleksi dilakukan tanpa tes tambahan dengan mempertimbangkan nilai UTBK peserta.
Sedangkan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau dibuka bagi mahasiswa yang pernah kuliah namun putus studi, maupun aparatur sipil negara dan pegawai swasta yang memiliki pengalaman kerja minimal lima tahun.
Pada akhir konferensi pers, pihak Unpatti juga mengingatkan calon mahasiswa agar teliti memilih lokasi program studi, terutama program studi yang tersedia di kampus utama maupun PSDKU di Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru.
“Jangan sampai peserta tinggal di Ambon tetapi memilih program studi yang berada di PSDKU karena setelah lulus tidak bisa dipindahkan,” tutup Dominggus. (TF.1)












