Personel Kodaeral IX Ikuti Kausri Terpusat Jajaran Koarmada Rl Bertema Hubbul Wathon Minal lman

AMBON, Terasfakta.com- Personel militer dan PNS Komando Daerah TNl Angkatan Laut (Kodaeral) lX mengikuti Kegiatan Agama Untuk Siraman Rohani (Kausri) agama Islam terpusat jajaran Koarmada Rl bertema “Hubbul Wathon Minal lman” di Mesjid Nurul Imam, Mako Kodaeral lX, Halong, Kota Ambon, Maluku Rabu (10/6/2026).

Tampak hadir para Pejabat Utama dan Kepala Satuan Kerja Kodaeral lX, para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS dijajaran Kodaeral IX lainnya.

Kausri Agama Islam terpusat dijajaran Koarmada Rl melalui jaringan vidio conference kali ini, disiarkan dari Mako Kodaeral Vl Makasar yang dibuka oleh Komandan Kodaeral Vl, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Azis dengan menghadirkan Ustadz  H. Dimas Maryono, S. Ag., M.A. sebagai penceramah.

Komandan Kodaeral VI dalam amanat pembukaannya mengatakan bahwa keagamaan seperti Kausri agama ini merupakan sarana untuk menanamkan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan akhlak yang mulia dalam mematuhi norma kedinasan.

Kausri yang mengangkat tema Cinta tanah air adalah bagian dari keimanan (Hubbul wathon minal iman) ini memiliki makna mendalam, khususnya bagi prajurit dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara.

“Cinta tanah air sejalan dengan lslam dalam menciptakan persatuan dan kesatuan serta berkontribusi aktif dan positif dalam kehidupan berbangsa dan negara,” ungkapnya.

Sementara itu Ustadz Dimas menjelaskan bahwa Hubbul wathan arti “cinta tanah air” atau “nasionalisme”. Istilah ini sangat populer di kalangan umat Islam di Indonesia dan sering digunakan sebagai bagian dari slogan Hubbul wathan minal iman, yang bermakna “cinta tanah air adalah sebagian dari iman”.

Ungkapan ini lanjutnya, bukanlah hadits Rasulullah Muhammad SAW, melainkan sebuah maqolah (ucapan atau pepatah hikmah) dari para ulama. Di Indonesia, slogan ini sangat identik dengan perjuangan para kiai, untuk membakar semangat nasionalisme dan mempertahankan kemerdekaan.

Ustadz Dimas juga menggambarkan pula bagaimana implementasi dari hubbul wathon ini, antara lain Rasa Syukur, yakni menghargai dan menjaga karunia Tuhan berupa tanah kelahiran, kekayaan alam, dan kedamaian bangsa.

Kemudian Pembelaan, yakni melawan penindasan dan membela kedaulatan negara (dianggap sebagai salah satu bentuk jihad) dan Persatuan, yaitu mengutamakan keutuhan bangsa dan kebahagiaan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan. (E*L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/