17 Rumah Terbakar 739 Jiwa Terdampak, Warga dan Pemerintah Kota Ambon Kutuk Tindakan Anarkis di Desa Hunuth

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Hdr; cct_value: 0; AI_Scene: (200, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Ambon,Terasfakta.com- Kerusuhan yang bermula dari perselisihan antar pelajar sehingga berujung pada aksi Anarkis dan Pembakaran rumah warga Desa Hunuth, Teluk Ambon, kota Ambon. Data mencatat sebanyak 17 rumah terbakar, 13 rumah dirusak serta 739 jiwa atau 150 Kepala Keluarga mengungsi.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD kota Ambon Morits Tamaela dalam konfrensi Pers bersama Pimpinan dan Anggota Dewan kota Ambon yang berlangsung di Ruang Tunggu Gedung A, Rabu (20/08/2025).

Dikatakan, peristiwa ini seluruh elemen Pemerintah dan warga kota Ambon mengutuk keras tindakan-tindakan anarkisme, main hakim sendiri yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab yang terlibat dalam peristiwa penyerangan Desa Hunuth.

“Sangat disayangkan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh sudara-sudara kita dari Kabupaten Maluku Tengah dalam hal ini sekelompok orang dari Negeri Hitu. Ini adalah tindakan yang harus mendapatkan perhatian serius dari kita semua khususnya aparat penegak hukum,”tegas Tamaela.

Ia juga menyampaikan, rasa syukur skali bahwa peristiwa ini tidak merembet dan sampai jatuhnya korban jiwa, dan akibat kejadian tersebut seluruh warga Desa Hunuth durian patah terpaksa mengungsi ke lokasi-lokasi yang dirasa aman baik itu di keluarga maupun desa-desa tetangga yang bisa menampung mereka.

” Kami memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian Polda Maluku dalam hal ini Polresta Pulau Ambon dan Kodam XV Ptm, yang telah membantu menagani proses kondusifitas yang terjadi di Desa Hunuth.
Sehingga kondisi yang dianggap cukup mencekam bisa terselesaikan secara baik,”ungkap Tamaela.

Selain itu, Walikota Ambon dan Ketua DPRD Kota bersama  turun langsung ke lokasi dan melihat langsung peristiwa dari awal sampai dengan kebakaran itu terjadi. Sudara-sudara dari Negeri Hitu melakukan aksi pelampiasan emosi secara brutal dan Anarkis kepada warga Desa Hunuth dengan dengan alasan untuk mencari pelaku.

” kemarin dilokasi kita berikan kesempatan kepada pihak kepolisian agar bisa menangkap pelaku dan syukur Puji Tuhan dalam waktu 1x 24 jam pihak kepolisian bisa menemukan pelaku penikaman, kami memberikan apresiasi sungguh kepada aparat kepolisian yang mampu melakukan penangkapan terhadap pelaku., sehingga apa yang menjadi tuntutan keluarga korban bisa terpenuhi saat ini, ” ujar Tamaela

Untuk itu, atas peristiwa ini semua warga yang terdampak meminta keadilan yang sama untuk pelaku kebakaran atau pelaku penyerangan itu juga ditangkap. ” kami meminta dan akan melakukan pengawalan secara khusus kepada pihak kepolisian terhadap proses penangkapan para pelaku dan mendesak agar dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku, ” tegas Tamaela sekali lagi.

Tamaela berharap, ada solusi terbaik bagi masyarakat Desa Hunuth dan sekitar terhadap rasa aman, mereka sudah sangat troma. untuk itu Pemerintah untuk bisa memastikan kehidupan mereka kedepan dalam kondisi yang terlindungi oleh negara. ” Bahwa derita yang dialami ini disikapi serius, ada banyak persoalan, banyak kendala-kendala yang mengakibatkan peristiwa ini gampang terjadi. Sala satunya berkaitan dengan penanganan dari pihak kepolisian baik itu penempatan pos pengaman yang kita sudah rekomendasikan dari dulu belum terealisasi, begitu juga dengan langkah-langkah penangan dari kepolisian dalam jumlah yang cukup untuk dilokasi sangat minim,” jelas Tamaela.

Untuk itu, kata Tamaela, DPRD kota Ambon juga menyatakan sikap kepada pemerintah kota ambon untuk langkah-langkah penanganan untuk dapat membantu dan melaksanakan perbaikan dan Pemerintah Maluku Tengah harus bertanggung jawab karena dianggap lalai terhadap pembinaan kamtibmas masyarakatnya.

” Dengan adanya penegasan baik dari masyarakat maupun Pemerintah, peristiwa di Desa Hunuth diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat keamanan, solidaritas, dan kepedulian bersama agar kejadian serupa tidak lagi terjadi,”tutup Tamaela.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/