Ambon, Terasfakta.com- Seorang nelayan asal Desa Haria, Pulau Saparua, Kabupaten Maluku Tengah, dilaporkan jatuh dari perahu katinting saat melaut dan hingga kini masih dalam pencarian oleh tim SAR gabungan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi di perairan Desa Haria.
Berdasarkan laporan Camat Saparua, korban diketahui berangkat melaut pada Rabu (8/4) sekitar pukul 20.00 WIT.
“Pada Kamis (9/4) sekitar pukul 06.30 WIT, korban terlihat terjatuh dari longboat oleh nelayan lain di sekitar lokasi kejadian,” kata Arafah.
Upaya pencarian awal telah dilakukan oleh nelayan setempat, namun belum membuahkan hasil. Menindaklanjuti laporan tersebut, pada pukul 12.30 WIT, Tim Rescue Kantor SAR Ambon dikerahkan menuju lokasi kejadian menggunakan rigid buoyancy boat (RBB).
Lokasi pencarian berada pada koordinat 3°35’14.15″S – 128°37’8.64″E, dengan jarak sekitar 46 nautical mile dari Dermaga BRIN Ambon, arah timur.
Hingga pukul 18.00 WIT, pencarian yang melibatkan tim SAR dan masyarakat setempat dengan radius sekitar 500 meter dari titik jatuhnya korban masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Operasi SAR hari pertama dihentikan sementara dan akan dilanjutkan pada hari kedua, Jumat (10/4),” tutur Arafah.
Korban diketahui bernama Roy Souhoka (41), seorang nelayan asal Desa Haria.
Unsur yang terlibat dalam operasi pencarian meliputi Rescuer Kansar Ambon dan masyarakat setempat.
Alat utama yang digunakan antara lain RBB Kansar Ambon serta longboat milik warga.
Kondisi cuaca di lokasi dilaporkan hujan ringan, dengan kecepatan angin berkisar 19 knot dari arah barat daya hingga barat, serta tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Basarnas Ambon mengimbau masyarakat, khususnya nelayan, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di laut guna menghindari kejadian serupa. (E*L)












