AMBON, Terasfakta.com- Stabilitas keamanan di wilayah Maluku tetap terjaga dalam kondisi kondusif, tanpa ditemukan aktivitas maupun atribut organisasi terlarang Republik Maluku Selatan (RMS). Situasi ini mencerminkan menguatnya sinergi antara aparat dan masyarakat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Panglima Kodam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dodi Triwinarto, menyatakan bahwa tingkat kesadaran masyarakat Maluku terhadap pentingnya persatuan dan kesatuan nasional menunjukkan tren positif.
Ia menilai, masyarakat kini semakin dewasa dalam menyikapi berbagai informasi dan isu yang berpotensi memecah belah.
“Semangat nasionalisme masyarakat saat ini sangat luar biasa. Warga Maluku kini lebih fokus pada pembangunan daerah dan masa depan yang damai, serta telah meninggalkan pola-pola konflik masa lalu,” ungkapnya.
Menurut Pangdam, kondisi keamanan yang stabil ini tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang turut menjaga ketertiban di lingkungan masing-masing.
Ia mengapresiasi kontribusi seluruh elemen, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, hingga generasi muda, dalam menciptakan suasana yang harmonis.
Pangdam juga mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap berbagai bentuk provokasi, khususnya yang beredar melalui media sosial maupun dari pihak luar yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Mari kita jaga Maluku sebagai ruang aman bagi generasi mendatang. Persatuan adalah fondasi utama kekuatan kita,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan menjaga stabilitas keamanan di Maluku turut didukung oleh pendekatan komunikasi sosial yang humanis dari jajaran TNI. Melalui pendekatan tersebut, hubungan antara aparat dan masyarakat terus diperkuat.
Situasi kondusif ini diharapkan mampu mendorong peningkatan investasi, pengembangan sektor pariwisata, serta percepatan pembangunan daerah yang berkelanjutan demi kesejahteraan masyarakat Maluku secara menyeluruh. (E*L)












