AMBON, Terasfakta.com- Rektor Universitas Pattimura, Prof. Dr. Fredy Leiwakabessy, M.Pd, menegaskan komitmen kampus untuk terus mendukung seluruh aktivitas mahasiswa, termasuk pengembangan seni dan kreativitas, saat menutup Pekan Seni Mahasiswa Kampus (Peksimika) 2026, Rabu (13/5/2026).
Penutupan kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus Unpatti itu turut dihadiri para Wakil Dekan, Kepala Biro, dewan juri, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Rektor menekankan kepada jajaran bidang kemahasiswaan agar seluruh kegiatan mahasiswa tetap berjalan sebagai ruang pengembangan potensi generasi muda di kampus tersebut.
“Saya memang menekankan kepada jajaran kemahasiswaan, khususnya Ibu WR III, bahwa seluruh kegiatan mahasiswa harus tetap berjalan dalam bentuk apa pun. Saya meyakini bahwa di antara 30 ribu mahasiswa kita terdapat talenta-talenta yang luar biasa,” kata Leiwakabessy.
Ia menjelaskan, kecerdasan mahasiswa tidak hanya diukur dari aspek akademik semata, tetapi juga melalui kemampuan seni dan kreativitas sebagaimana konsep Multiple Intelligences yang dikemukakan Howard Gardner.
“Merujuk pada teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner, kita tahu bahwa kecerdasan bukan hanya soal IQ atau akademik semata. Ada kecerdasan verbal-linguistik, logika-matematika, spasial, fisik-kinestetik, hingga seni,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun Peksimika hanya berlangsung selama sepekan, berbagai talenta mahasiswa berhasil ditampilkan secara maksimal.
Ia juga mengaku sering menerima kesan positif dari para tamu pemerintah maupun swasta yang datang ke Unpatti.
“Meskipun ajang ini hanya berlangsung selama satu minggu, saya melihat talenta yang luar biasa. Dalam berbagai kuliah umum yang kita laksanakan di Unpatti,
tamu-tamu dari instansi pemerintah maupun swasta selalu memberikan kesan positif bahwa anak-anak Unpatti sangat aktif dan luar biasa perhatiannya,” ungkapnya.
Rektor juga meminta bidang kemahasiswaan agar talenta-talenta yang muncul dari Peksimika tidak berhenti pada ajang perlombaan semata. Ia mendorong adanya kerja sama dengan pihak luar guna membuka peluang pengembangan bakat mahasiswa.
“Mari kita cari vendor atau mitra di Jakarta, Surabaya, Bandung, dan kota lainnya yang membutuhkan talenta-talenta muda.
Bukan hanya untuk para juara, tapi bagi seluruh peserta yang berbakat. Jika dibina secara khusus, saya yakin hasilnya akan luar biasa,” tandasnya.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, S.Pd., M.Pd, mengatakan Peksimika bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang ekspresi bagi mahasiswa untuk menampilkan identitas budaya dan kreativitas.
“Pekan Seni ini bukan sekadar ruang perlombaan. Ini adalah panggung ekspresi jiwa. Di sinilah bakat menemukan tempatnya, budaya menemukan suaranya, dan kita semua belajar bahwa seni mampu menyatukan perbedaan menjadi sebuah harmoni yang indah,” katanya.
Kubangun turut memberikan apresiasi kepada panitia dan peserta yang dinilai berhasil menunjukkan kualitas mahasiswa Unpatti, tidak hanya dalam bidang akademik tetapi juga seni dan budaya.
“Kalian telah membuktikan bahwa mahasiswa Universitas Pattimura tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kaya akan rasa, budaya, dan kreativitas,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang serta memotivasi peserta yang belum berhasil meraih juara.
“Kepada para pemenang saya ucapkan selamat. Jadikan ini motivasi untuk terus berkarya. Untuk yang belum meraih juara, percayalah keberanian untuk tampil dan proses yang kalian lalui adalah kemenangan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Peksimika 2026 diikuti hampir seluruh fakultas di lingkungan Unpatti. Setelah ajang tingkat kampus ini, para peserta akan disiapkan mengikuti Pekan Seni Mahasiswa Daerah (Peksimida) hingga Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) yang dijadwalkan berlangsung di Jember. (E*L)












