AMBON,Terasfakta.com- Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, Polda Maluku memperkuat strategi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) berbasis kolaborasi melalui penyelenggaraan Lomba Tiga Pilar Kamtibmas, Satpam Teladan, Polisi Masyarakat (Polmas) Teladan, Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP) Terbaik, Satkamling, dan Baileo Emarina.
Kegiatan yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Maluku di Ruang Rapat Utama Basudara Manise, Mapolda Maluku, Rabu (10/6/2026), menjadi bagian dari upaya Polri memperkuat sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, tokoh masyarakat, satuan pengamanan, serta seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku.
Pelaksanaan lomba dibuka langsung oleh Direktur Binmas Polda Maluku Kombes Pol Hujrah Soumena, S.I.K., didampingi Kasubdit Bin Satpam/Polsus Ditbinmas Polda Maluku Kompol Yacobus Sahetapy, S.Sos., selaku Ketua Panitia, serta Kasubdit Polmas Ditbinmas Polda Maluku Kompol Meytha SamurI.SH
Direktur Binmas Polda Maluku Kombes Pol Hujrah Soumena menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar kompetisi dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara, melainkan instrumen evaluasi sekaligus penguatan kapasitas para pelaksana fungsi pemeliharaan kamtibmas di tingkat akar rumput.
“Maluku memiliki karakteristik sosial yang majemuk serta pengalaman panjang dalam pengelolaan konflik sosial. Karena itu, Polri terus memperkuat peran Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, tokoh masyarakat, Satpam, dan seluruh komponen masyarakat sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan serta mencegah potensi konflik sejak dini,” kata Kombes Pol Hujrah Soumena.
Menurutnya, keberhasilan menjaga situasi keamanan tidak hanya bergantung pada aparat kepolisian, tetapi juga ditentukan oleh kuatnya kolaborasi dan partisipasi masyarakat dalam mendeteksi, mencegah, serta menyelesaikan berbagai persoalan sosial secara cepat dan tepat.
“Melalui lomba ini kami ingin mengukur sekaligus mendorong lahirnya praktik-praktik terbaik dalam pemeliharaan kamtibmas yang dapat menjadi contoh dan direplikasi di berbagai wilayah. Semangatnya adalah memperkuat ketahanan sosial masyarakat sehingga setiap potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” ujarnya.
Untuk menjamin objektivitas penilaian, panitia melibatkan tim juri dari unsur internal dan eksternal, terdiri atas personel Ditbinmas Polda Maluku, akademisi, praktisi keamanan dari Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP), serta perwakilan lembaga masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Maluku Kombes Pol Rositah Umasugi, S.I.K, menyampaikan bahwa penguatan kemitraan antara Polri dan masyarakat merupakan salah satu pilar penting dalam implementasi Polri Presisi yang terus dikembangkan hingga tingkat desa dan kelurahan.
“Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga stabilitas kamtibmas. Oleh karena itu, sinergi antara Bhabinkamtibmas, pemerintah desa, tokoh agama, tokoh adat, Satpam, dan masyarakat harus terus diperkuat. Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80 ini, kami ingin menghadirkan model kolaborasi yang semakin efektif dalam menjaga keamanan dan persatuan masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa berbagai lomba yang diselenggarakan Ditbinmas Polda Maluku juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi figur-figur teladan yang selama ini berkontribusi nyata dalam membangun keamanan lingkungan, memperkuat budaya dialog, serta mendorong penyelesaian masalah sosial secara damai.
Rangkaian lomba tersebut merupakan bagian dari peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat peran masyarakat sebagai mitra strategis Polri dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa.
Melalui penguatan Tiga Pilar Kamtibmas, Satpam, Polmas, Satkamling, dan berbagai elemen pengamanan swakarsa lainnya, Polda Maluku berharap terbangun sistem keamanan berbasis masyarakat yang semakin tangguh, adaptif, dan mampu mendukung terciptanya stabilitas daerah sebagai fondasi pembangunan nasional. (E*L)












