Ambon, TerasFakta.com- Operasi pencarian hari kedua kecelakaan kapal ikan Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di Perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, kembali belum menemukan korban. Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, minggu (23/11/2025).
“Tim kami sudah menyisir area hingga 42 nautical mile dari lokasi kejadian. Kapal sudah ditemukan dalam kondisi terbakar, namun tanda-tanda keberadaan korban masih nihil,” ujar Arafah.
Menurutnya, Operasi SAR dimulai sejak pukul 07.00 WIT oleh Tim Gabungan Basarnas Ambon. Setelah melakukan briefing dan pembagian sektor pencarian, KN SAR Barata 242 dikerahkan menuju lokasi.
Pukul 14.17 WIT, tim menemukan kapal Maluku Prima Makmur 03 pada koordinat 4°01’44,76″ LS – 129°05’44,23″ BT, sekitar 36,87 nautical mile dari LKP awal. Kapal ditemukan dalam kondisi hangus terbakar dan tidak ada aktivitas di sekitarnya.
Arafah menjelaskan bahwa kondisi kapal mengindikasikan kebakaran hebat terjadi sebelum tim tiba di lokasi.
“Kami melihat struktur atas kapal sudah rusak. Tidak ada sekoci aktif, tidak ada alat komunikasi hidup. Itu sebabnya kami memperluas radius pencarian,” jelasnya.
Operasi pencarian diperkuat dengan koordinasi maritim. Pada pukul 16.22 WIT, ABK KN SAR Barata berkomunikasi dengan KN Raja Manta yang melintas pada rute Banda–Ambon untuk turut mengawasi kemungkinan ditemukannya awak kapal.
“Kami meminta seluruh kapal yang melintas untuk melaporkan bila melihat tanda-tanda korban. Dalam situasi seperti ini, waktu sangat menentukan,” kata Arafah.
Pencarian Diperluas, Hasil Masih Nihil
Hingga pukul 18.00 WIT, Basarnas Ambon telah memperluas sektor pencarian hingga 42 nautical mile ke arah timur laut dari LKP awal. Namun belum ada temuan berarti.
“Operasi akan dilanjutkan besok dengan pola pencarian yang diperbesar. Fokus kami adalah menemukan para ABK secepat mungkin,” tegas Arafah.
Operasi SAR melibatkan sejumlah unsur laut dan instansi terkait, antara lain:
KN SAR Barata – Basarnas Ambon, KRI Balongan, KRI Kerapu , PT Maluku Prima Makmur
Basarnas Ambon memastikan seluruh perkembangan pencarian akan terus dikabarkan secara berkala. (E*L)












