AMBON,Terasfakta.com- Sejak dipercaya memimpin SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si langsung melakukan pembenahan menyeluruh sesuai visi besar sekolah, yakni mewujudkan SMAN 1 Ambon sebagai sekolah yang berkarakter kuat dan cerdas.
“Kami mulai dari standar proses pembelajaran. Dari sisi kecerdasan, kami benahi sistem dan tata kelola pembelajaran berbasis digital,” ujar Laturiuw kepada awak media di ruang kerjanya, Kamis (12/02/2026).
Dalam waktu tiga bulan, upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya predikat Kandidat Sekolah Rujukan Google.
Pencapaian ini, menurutnya, tidak terlepas dari dukungan alumni dan sumber daya manusia di lingkungan sekolah yang memiliki semangat transformasi.
Ia menjelaskan, pembenahan difokuskan pada infrastruktur penunjang pembelajaran. Kapasitas jaringan internet yang sebelumnya hanya 20 Mbps ditingkatkan hingga 1000 Kpps untuk mendukung proses digitalisasi di ruang-ruang kelas.
Selain itu, bantuan alumni menghadirkan sejumlah perangkat Chromebook guna menunjang pembelajaran berbasis teknologi.
“Alumni adalah aset besar sekolah ini. Kepedulian mereka sangat luar biasa dalam mendukung pengembangan SMAN 1 Ambon,” katanya.
Tak hanya digitalisasi, pihak sekolah juga membentuk kurikulum plus berbasis penguatan karakter melalui program “Binar Sebansa” yang dirancang bersama Kwartir Cabang (Kwarcab) Kota Ambon.
Program tersebut bertujuan menyeimbangkan kompetensi akademik dengan pembinaan karakter siswa.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya unggul dalam pengetahuan, tetapi juga kuat dalam karakter,” ungkapnya.
Selain itu, sekolah juga mendorong peningkatan literasi dan numerasi sebagai bagian dari percepatan mutu pendidikan. Dukungan pemerintah pusat turut memperkuat langkah tersebut melalui bantuan Smartboard TV dan laptop dari Presiden dan Wakil Presiden.
Saat ini, sekolah juga tengah menyiapkan pengadaan layanan internet berbasis satelit Starlink untuk semakin memperkuat akses pembelajaran digital.
Dengan status sebagai Kandidat Sekolah Rujukan Google, SMAN 1 Ambon memiliki tanggung jawab untuk mengimbaskan praktik baik kepada sekolah lain di wilayah tersebut.
“Kami ingin tidak hanya SMA 1 yang maju, tetapi sekolah-sekolah lain juga terdorong menjadi Kandidat Sekolah Google (KSG),” tegasnya.
Saat ini, siswa kelas akhir tengah mengikuti ujian praktik yang berlangsung hingga Jumat, sementara ujian sekolah dijadwalkan pada April mendatang, menyesuaikan kalender pendidikan dan bulan Ramadan.
Di akhir pernyataannya, Laturiuw berharap orang tua dapat menjadi mitra aktif sekolah dalam mendukung proses pendidikan.
“Kami tidak menuntut dukungan finansial, tetapi dukungan moral dan motivasi agar anak-anak dapat meraih cita-cita mereka,” pungkasnya. (E*L)












