AMBON, Terasfakta.com- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menegaskan sikap tegas Pemerintah Kota Ambon terhadap kasus tawuran antar pelajar yang kembali terjadi di Kota Ambon.
Kepala sekolah terkait dipastikan akan dipanggil untuk dimintai penjelasan dan tanggung jawab.
“Saya sudah bilang ke Kadis, panggil kepala sekolah,” tegas Wattimena kepada awak media di Ambon, Senin (11/5/2026).
Menurutnya, persoalan tawuran pelajar bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan juga melibatkan keluarga, orang tua, masyarakat, dan pihak sekolah.
“Komitmen saya tetap tidak berubah. Tawuran antar pelajar ini tanggung jawab kita semua. Pemerintah punya tanggung jawab, tapi ada juga tanggung jawab keluarga, orang tua, masyarakat, dan guru,” ujarnya.
Wattimena menekankan, apabila peristiwa kekerasan terjadi di lingkungan sekolah, maka pihak sekolah harus bertanggung jawab penuh dan tidak ada kompromi terhadap kepala sekolah.
“Kalau terjadi di lingkungan sekolah itu tidak ada kompromi untuk kepala sekolahnya,” katanya.
Meski insiden tawuran terbaru terjadi di luar lingkungan sekolah, Pemerintah Kota Ambon tetap meminta adanya proses pembinaan terhadap para siswa yang terlibat.
Ia menilai aksi tawuran yang terus berulang tidak bisa lagi dianggap sebagai kenakalan biasa.
“Saya minta untuk diproses dan dilakukan pembinaan kepada anak-anak yang terlibat tawuran. Sedikit-sedikit tawuran,” tuturnya.
Wali Kota juga meminta pihak sekolah memanggil orang tua siswa sebagai bagian dari penyelesaian masalah.
Bahkan, ia membuka kemungkinan sanksi tegas berupa pengeluaran siswa dari sekolah apabila pembinaan keluarga dinilai tidak berjalan.
“Kalau orang tuanya tidak bisa mendidik anak untuk lebih baik, ya kita skors dari sekolah, keluarkan dari sekolah saja,” tegasnya.
Ia menilai ketegasan perlu dilakukan untuk mencegah terbentuknya mentalitas kekerasan di kalangan remaja.
“Sudah waktunya kita lebih tegas soal ini. Tidak bisa kita kompromi dengan mentalitas anak-anak usia remaja yang sudah seperti preman,” pungkas Wattimena. (E*L)












