AMBON, Terasfakta.com- Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, mewajibkan seluruh SMP dan MTs di Kota Ambon menerapkan modul ajar literasi keuangan dalam mata pelajaran IPS sebagai upaya membangun generasi muda yang cerdas mengelola keuangan sejak dini.
Kebijakan tersebut diumumkan saat peluncuran resmi modul ajar literasi keuangan bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Rabu (20/5/2026).
Program itu merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Ambon bersama Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Maluku, Dinas Pendidikan Kota Ambon, Kantor Kementerian Agama Kota Ambon, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPS.
Bodewin mengatakan, modul tersebut menjadi yang pertama di Indonesia untuk jenjang SMP dan MTs, sekaligus menempatkan Kota Ambon sebagai pelopor pendidikan literasi keuangan tingkat nasional.
“Ini bukan sekadar modul tambahan, tapi investasi masa depan. Kita ingin anak-anak Ambon memahami nilai uang, pentingnya menabung, dan mampu mengelola keuangan mereka sejak dini,” kata Bodewin.
Sebanyak 63 sekolah yang terdiri dari 53 SMP dan 10 MTs, baik negeri maupun swasta, diwajibkan menerapkan kurikulum tersebut.
Pemerintah Kota Ambon juga menginstruksikan seluruh siswa membuka rekening Simpanan Pelajar (SimPel) guna mendukung budaya menabung secara nyata di lingkungan sekolah.
Menurutnya, penguatan literasi keuangan menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan ekonomi modern yang menuntut generasi muda memiliki kemampuan mengatur keuangan sejak usia sekolah.
“Dulu kita diajarkan hemat pangkal kaya. Nilai itu jangan hilang. Kita ingin anak-anak Ambon tumbuh dengan kebiasaan menabung dan memiliki kesadaran finansial yang baik,” ujarnya.
Ia turut mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan modul, mulai dari Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), OJK Maluku, Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, hingga para guru IPS yang menyelesaikan bahan ajar tersebut.
Pemerintah Kota Ambon berharap program itu dapat menjadi model nasional dalam meningkatkan literasi keuangan pelajar sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia yang mandiri dan sejahtera di masa depan. (TF.2)












