AMBON, Terasfakta.com- PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ambon menyiapkan 11 armada kapal untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di sejumlah lintasan padat di Maluku.
General Manager PT ASDP Cabang Ambon, Syamsudin Tanassy, mengatakan pihaknya telah memastikan kesiapan pelabuhan dan kapal pada lintasan utama seperti Galala–Namlea serta Hunimua–Waipirit. Seluruh pelabuhan ASDP yang beroperasi rutin, yakni Pelabuhan Galala, Namlea, Hunimua, dan Waipirit dinyatakan siap melayani arus mudik dan balik.
“Total armada kami sebanyak 11 kapal, terdiri dari 3 kapal di Maluku Tenggara dan 8 kapal di wilayah Pulau Ambon, Seram, dan Pulau Burung,” kata Syamsudin kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (2/12/2025).
Untuk lintasan Galala–Namlea, ASDP mengoperasikan KMP Wayangan yang diperkuat KMP Tatihu milik Pemda yang dikelola PT Pancakarya. Sementara lintasan Hunimua–Waipirit akan dilayani hingga tujuh kapal, di antaranya ASDP A4, KMP Inalika, KMP Rokatenda, KMP Erana, serta kapal milik Pancakarya seperti KMP Sardinela, KMP Badaleon, dan KMP Tanjung Kuaku.
“Beberapa kapal saat ini menjalani doking, namun dijadwalkan kembali beroperasi pada minggu kedua Desember,” ujarnya.
ASDP juga menyiapkan tiga skenario operasional, yakni normal, padat, dan sangat padat. Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 23 Desember 2025, khususnya di lintasan Hunimua–Waipirit yang menjadi jalur utama masyarakat Pulau Ambon dan Pulau Seram.
Dalam rangka kelancaran pelayanan, ASDP akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, BPTD, dan operator kapal untuk memastikan optimalisasi enam kapal yang beroperasi penuh di lintasan terpadat tersebut.
Syamsudin juga mengimbau masyarakat agar memperhatikan kondisi cuaca musim barat yang berpotensi memengaruhi pelayaran. “Jika cuaca tidak bersahabat, lintasan Hunimua–Waipirit dapat ditutup sementara demi keselamatan. Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG dan UPP di Tulehu serta Kairatu,” tegasnya.
Selain itu, masyarakat diimbau memanfaatkan pembelian tiket secara daring melalui aplikasi tripfery.com (sesuai sistem resmi ASDP) untuk menghindari antrean panjang di pelabuhan.
“Kami harapkan masyarakat sudah memesan tiket dari rumah agar perjalanan lebih lancar dan nyaman,” tutupnya. (E*L)




