Ambon, Terasfakta.com- PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon memastikan kesiapan armada dan skema pelayanan untuk menghadapi arus mudik Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, khususnya di lintasan Hunimua–Waipirit yang menjadi jalur pantauan nasional.
Dep. Head Bisnis dan Pelayanan PT ASDP Cabang Ambon, Ali Tamher, mengatakan secara keseluruhan ASDP Ambon memiliki 11 armada kapal yang tersebar di wilayah operasional Maluku.
“Dari total 11 armada itu, tiga armada beroperasi di cabang perwakilan Tual dan delapan armada berada di bawah operasional cabang Ambon,” ungkap Ali Tamher kepada awak media di ruang kerjanya, Senin (9/3/2026).
Ia menjelaskan, ASDP Ambon melayani sekitar 20 lintasan pelayaran, yang sebagian besar merupakan lintasan perintis.
Sementara itu, lintasan Hunimua–Waipirit menjadi salah satu jalur komersial utama sekaligus masuk dalam pemantauan nasional pada masa angkutan Lebaran.
Menurutnya, saat ini terdapat lima armada yang melayani lintasan Hunimua–Waipirit.
Sebelumnya terdapat enam kapal, namun satu kapal yakni KMP Badaleon milik PT Panca Karya sedang menjalani docking tahunan sejak 6 Maret 2026.
“Jadi saat ini tersisa lima armada yang beroperasi di lintasan pantauan nasional Hunimua–Waipirit,” jelasnya.
Untuk menghadapi potensi lonjakan penumpang, ASDP Ambon menyiapkan tiga skenario pelayanan, yakni kondisi normal, padat, dan sangat padat.
Pada kondisi normal, lima kapal akan beroperasi dengan total 13 trip per hari. Namun jika terjadi kepadatan tinggi, jumlah perjalanan kapal akan ditingkatkan menjadi 17 trip per hari.
“Penambahan trip ini bertujuan untuk mengurai kepadatan di pelabuhan. Selain itu waktu sandar kapal di dermaga juga dipersingkat menjadi sekitar 45 menit dari sebelumnya satu setengah jam,” kata Ali Tamher.
Selain itu, ASDP juga menyiapkan skenario pelayanan 24 jam pada puncak arus mudik yang diperkirakan terjadi pada 17–18 Maret 2026.
Pada periode tersebut, salah satu armada yakni KMP Terubuk akan dioperasikan khusus untuk pelayanan malam hingga subuh.
“Pada tanggal 17 dan 18 nanti akan ada pelayanan 24 jam. Setelah jadwal reguler selesai, KMP Terubuk akan melayani penyeberangan malam hingga pagi hari,” ujarnya.
Lebih lanjut, ASDP Ambon mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memesan tiket secara daring sebelum tiba di pelabuhan.
Menurut Ali Tamher, saat ini tidak lagi tersedia penjualan tiket di area pelabuhan, sehingga seluruh pengguna jasa diharapkan membeli tiket melalui sistem online.
“Kami berharap para pengguna jasa, baik pejalan kaki maupun kendaraan, dapat memesan tiket melalui website resmi di trip.ferizy.com. Dengan begitu, saat tiba di pelabuhan penumpang tinggal melakukan pelaporan tanpa harus mencari tiket,” pungkasnya. (E*L)




