Ambon, Terasfakta.com- Basarnas Ambon mengerahkan kekuatan penuh menghadapi potensi kecelakaan dan bencana selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Sebanyak 120 personel SAR lengkap dengan armada laut, darat, dan udara disiagakan sejak 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 untuk memastikan keselamatan masyarakat di titik-titik rawan Maluku.
Kesiapsiagaan itu ditandai dengan Apel Gelar Pasukan Siaga SAR Khusus Nataru yang digelar Jumat (19/12/2025) pukul 08.30 WIT di lapangan serbaguna Kantor SAR Ambon. Apel dipimpin langsung Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Muhammad Arafah, dan diikuti seluruh personel serta pejabat internal.
Dalam arahannya, Arafah menegaskan kesiapan personel menjadi kunci utama keberhasilan operasi SAR selama Nataru. “Seluruh personel harus menjaga kesehatan agar selalu siap menjalankan patroli siaga. Perkuat koordinasi lintas instansi untuk menjamin keselamatan masyarakat dan menekan angka korban jiwa melalui pencegahan, mitigasi, serta respon cepat,” tegas Arafah.
Tak hanya mengandalkan sumber daya manusia, Basarnas Ambon juga menyiagakan alat utama (alut) SAR secara menyeluruh. Armada yang disiapkan meliputi KN SAR Bharata, Rigid Buoyancy Boat (RBB), Rigid Inflatable Boat (RIB), Rescuer Car, Rescue Truck, Drone Thermal, serta Emergency Kit medis untuk kebutuhan penanganan darurat di lapangan.
Sebanyak 120 personel disebar di berbagai unit dan pos siaga, yakni Unit Siaga SAR Dobo, Unit Siaga SAR Bula, Pos SAR Saumlaki, Pos SAR Tual, Pos SAR Banda, dan Pos SAR Namlea. Mereka akan melakukan patroli aktif dan pergerakan ke lokasi-lokasi dengan tingkat kerawanan tinggi, seperti objek wisata, pelabuhan, dan bandara, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang.
“Fokus kami adalah kehadiran negara di titik-titik rawan. Setiap laporan harus ditindak cepat, tepat, dan terkoordinasi,” ujar Arafah.
Usai apel, Kepala Kantor SAR Ambon secara simbolis melepas konvoi kendaraan dan personel yang terlibat dalam Siaga SAR Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, menandai dimulainya operasi pengamanan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Maluku. (E*L)












