Ambon, Terasfakta.com- Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IX Ambon menggagalkan upaya penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar ilegal yang diangkut Kapal Motor (KM) Berkah Jaya. Peristiwa ini disampaikan dalam konferensi pers di Kantor Nala Kodaeral IX, Desa Halong, Kecamatan Baguala, Kota Ambon, Rabu (17/9/2025).
Dalam keterangan resmi, Komandan Satuan Patroli (Dansatrol) Kodaeral IX, Kolonel Laut (P) Hapsoro A. Purbaningtyas, didampingi Asisten Intelijen Dankodaeral IX, Kolonel Laut (KH) Jeffri Irwandi, serta Asisten Operasi Dankodaeral IX, Kolonel Laut (P) Sigit Sugihartono, menjelaskan bahwa patroli laut berhasil menggagalkan upaya tersebut.
“Sea Rider Satrol Kodaeral IX berhasil mencegat KM Berkah Jaya yang membawa sekitar 60 ribu liter solar ilegal atau setara 60 ton. Kapal itu rencananya akan berlayar dari Ambon menuju perairan Laut Arafura,” ujar Kolonel Hapsoro.
Pihaknya mengungkapkan, KM Berkah Jaya menyalahgunakan izin fungsi kapal yang seharusnya digunakan untuk kegiatan perikanan, namun dipakai mengangkut BBM. Selain itu, ditemukan empat anak buah kapal (ABK) yang tidak tercatat dalam manifest pelayaran.
Berdasarkan Peraturan Kasal Nomor 32/V/2009 tentang prosedur tetap penegakan hukum di laut, TNI AL berwenang melakukan pengejaran, penangkapan, dan penyelidikan (jarkaplid) terhadap pelanggaran tersebut.
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kapal tidak dapat menunjukkan dokumen manifest maupun izin resmi pengangkutan BBM. Solar yang dimuat pun tidak dilengkapi tanda resmi dari Pertamina.
“Seluruh awak kapal beserta barang bukti kami amankan di Pangkalan Kodaeral IX untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Selanjutnya kasus ini akan dilimpahkan kepada aparat penegak hukum,” jelas Dansatrol.
Kodaeral IX menegaskan akan terus meningkatkan patroli keamanan laut untuk menindak segala bentuk pelanggaran hukum, baik penyelundupan BBM, penangkapan ikan ilegal, maupun aktivitas melawan hukum lainnya.
“Penegakan hukum di laut adalah bentuk nyata komitmen TNI Angkatan Laut dalam menjaga kedaulatan dan keamanan maritim Indonesia,” tegas Kolonel Hapsoro. (E*L)












