OJK Maluku Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan 3T

Langgur, Terasfakta.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Maluku terus memperluas jangkauan layanan keuangan dan memperkuat literasi keuangan masyarakat di wilayah kepulauan Maluku Tenggara, termasuk di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Upaya ini diwujudkan melalui serangkaian kegiatan edukasi keuangan dan business matching yang melibatkan pelajar, pelaku usaha perikanan, petani rumput laut, pelaku UMKM perempuan, pengusaha pariwisata, serta masyarakat desa pesisir.

Kegiatan yang berlangsung sejak akhir Oktober 2025 ini merupakan hasil kolaborasi antara OJK Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), serta Rumah BUMN. Fokus kegiatan diarahkan pada perluasan akses pembiayaan, penguatan UMKM, dan peningkatan literasi keuangan dari tingkat pelajar hingga masyarakat pesisir.

Empat Program Prioritas 2026 Disepakati

Rangkaian kegiatan diawali dengan Rapat Pleno Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kabupaten Maluku Tenggara di Kantor Bupati. Dalam arahannya, Bupati Maluku Tenggara Drs. H. M. Thaher Hanubun menegaskan pentingnya dukungan lembaga keuangan terhadap sektor utama perekonomian masyarakat.

“Sektor pertanian dan perikanan adalah tulang punggung daerah kita. Melalui TPAKD, kita dorong lembaga jasa keuangan hadir bagi pelaku usaha lokal, hingga ke desa-desa,” ujar Bupati Hanubun.

Dari rapat tersebut, disepakati empat program prioritas TPAKD tahun 2026, yaitu pengembangan ekonomi daerah, perluasan akses keuangan, digitalisasi UMKM, dan peningkatan literasi keuangan masyarakat.

Menanamkan Budaya Finansial Sejak Dini

Sebagai bagian dari gerakan literasi keuangan, OJK Maluku menggelar Edukasi Keuangan Syariah di MAN Maluku Tenggara. Sebanyak 100 pelajar mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, pengenalan lembaga keuangan syariah, serta kewaspadaan terhadap kejahatan digital dan judi online.

Program ini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang cerdas finansial dan mampu memanfaatkan layanan keuangan secara bijak.

Edukasi Keuangan di Desa Pesisir

Dari kalangan pelajar, tim OJK bergerak ke Ohoi Danar, salah satu desa pesisir di Maluku Tenggara. Sebanyak 150 warga—termasuk ibu rumah tangga dan pelaku usaha perikanan—mengikuti edukasi mengenai perencanaan keuangan keluarga, akses pembiayaan UMKM, serta pemanfaatan layanan digital perbankan.

Di wilayah kepulauan seperti Maluku Tenggara, edukasi mengenai layanan digital dan Agen Laku Pandai menjadi penting karena keterbatasan akses terhadap kantor bank fisik.

Dukungan untuk UMKM Perikanan dan Rumput Laut

Selanjutnya, di Ohoi Dunwahan, OJK Maluku bersama mitra menggelar business matching bagi 50 pelaku usaha perikanan dan budidaya rumput laut. Melalui kegiatan ini, pelaku usaha difasilitasi untuk bertemu langsung dengan lembaga keuangan, BPJS Ketenagakerjaan, dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Para peserta juga memperoleh pendampingan tentang pengelolaan keuangan, tabungan produktif, serta akses pembiayaan usaha, khususnya bagi ibu nelayan dan pelaku UMKM perempuan.

Dorong Wisata Desa dan UMKM Perempuan

Program literasi dan inklusi keuangan juga digelar di Ohoi Ngilngof, salah satu desa wisata unggulan di Maluku Tenggara. Sebanyak 100 pelaku usaha pariwisata dan UMKM perempuan mengikuti sesi business matching dengan fokus pada pembiayaan, pemasaran, dan digitalisasi usaha.
Kegiatan ini didukung oleh Rumah BUMN dan BRI, yang turut mendorong pelaku usaha memaksimalkan potensi desa wisata serta meningkatkan daya saing produk lokal.

Mewujudkan Ekonomi Kepulauan yang Inklusif

Kepala OJK Provinsi Maluku menyampaikan bahwa penguatan literasi dan inklusi keuangan di Maluku Tenggara merupakan bagian dari komitmen OJK untuk mendorong pemerataan layanan keuangan di wilayah kepulauan.

“Kami terus berupaya memastikan masyarakat pesisir, pelajar, dan pelaku UMKM, termasuk perempuan, di wilayah 3T dapat mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah dan aman. Langkah ini diharapkan dapat mendukung penguatan ekonomi lokal di Maluku secara bertahap dan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, pelaku industri jasa keuangan, dan komunitas lokal, OJK Maluku optimistis semakin banyak masyarakat kepulauan yang dapat memanfaatkan layanan keuangan formal untuk meningkatkan kesejahteraan dan memperkuat ekonomi daerah. (E*L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/