AMBON, Terasfakta.com- Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, melaporkan perkembangan operasi SAR hari kelima terhadap kecelakaan kapal KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah, 25 November 2025. Hingga hari ini, seluruh upaya pencarian masih belum menemukan tanda keberadaan korban.
Pada pukul 07.25 WIT, Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon menggunakan Rescue Board dan Volunteer Board melakukan pencarian di perairan selatan Pulau Haruku, Saparua, dan Nusa Laut. Tim telah menyisir area 30,42 nautical mile ke arah timur dari Pelabuhan Tulehu. Hasil pencarian nihil.
Di waktu berbeda, pukul 08.00 WIT, Tim SAR Gabungan menggunakan kapal KN SAR Barata 242 kembali menyisir area hingga 94,40 nautical mile dari Tulehu. Tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Sementara itu, unsur udara melalui pesawat Polri Big Craft 1900 Delta P4301 melakukan pemantauan dari pukul 13.53 hingga 16.30 WIT pada ketinggian rata-rata 1.700 feet, mencakup area seluas 407,4 nautical mile. Pencarian udara juga belum membuahkan hasil.
Pada pukul 17.40 WIT, Basarnas Ambon melakukan koordinasi dengan Disnav Ambon dan SROP Ambon terkait pemantauan kapal-kapal yang melintas di perairan Banda. Belum ada kapal yang melaporkan temuan terkait insiden tersebut.
Dalam operasi ini terlibat sejumlah unsur, antara lain:
Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Polda Maluku, Polda Aeral 9 Ambon, Guskamla, Polairud Polda Maluku, KSOP Ambon, SROP Ambon, KUPP Tulehu, PT Pertolongan Ambon, PT Maluku Prima Makmur, serta Dokpol Polda Maluku.
Alutsista yang dikerahkan meliputi KN SAR Barata 242, NPB Kansar Ambon, pesawat Polri Big Craft 1900 Delta, KRI Keraku, KRI Balongan, serta rubber boat milik Polairud.
“Demikian perkembangan operasi SAR yang dapat kami sampaikan,” ujar Arafah. (E*L)












