Ambon, Terasfakta.com- Kepolisian Sektor (Polsek) Nusaniwe tengah menangani kasus dugaan kekerasan terhadap anak dan/atau kekerasan bersama terhadap orang yang terjadi di kawasan Airsalobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Sabtu, (18 Oktober 2025), sekitar pukul 16.00 WIT.
Peristiwa ini dilaporkan pada hari yang sama sekitar pukul 18.00 WIT oleh pelapor berinisial S.F., dengan korban berinisial J.H. dan tiga orang pelaku berinisial F.T., A.S., serta R.N.
Menurut keterangan yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula ketika A.S. dan F.T. berjalan dari arah Lorong Dolog menuju kawasan Pengeringan Airsalobar. Saat tiba di depan Indomaret, keduanya berpapasan dengan korban yang tengah duduk bersama teman-temannya.
“A.S. sempat menegur korban dengan ucapan ‘Kamong ini yang pukul beta ade,’ namun korban menjawab tidak tahu. Setelah itu, pelaku F.T. langsung memukul korban hingga terjadi perkelahian,” jelas Kapolsek Nusaniwe, AKP Johan Anakotta, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (10/11/2025).
Korban sempat berusaha melarikan diri ke arah SMA Negeri 12 Ambon, namun dikejar oleh ketiga pelaku. Setibanya di depan sekolah tersebut, pelaku R.N. menarik baju korban hingga korban terjatuh ke jalan dan kembali dianiaya oleh para pelaku.
“Akibat perbuatan tersebut, korban mengalami luka robek di alis kiri, bengkak di dahi, luka lecet di tangan kanan, serta satu gigi bawah bagian tengah patah,” ungkap AKP Anakotta.
Beruntung, seorang saksi berinisial P.D. yang melihat kejadian langsung menolong korban dan membawanya ke tempat aman.
Kapolsek Nusaniwe menegaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan resmi dengan nomor LP-B/105/X/2025/SPKT OPS/Sek Nusaniwe/Resta Ambon/Polda Maluku dan segera melakukan langkah-langkah penyelidikan.
“Polsek Nusaniwe telah memeriksa sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti untuk melengkapi proses penyidikan. Kami berkomitmen menindak tegas setiap bentuk kekerasan, apalagi jugak melibatkan anak,” tegas AKP Johan Anakotta.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anak dan segera melapor bila mengetahui adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekitar. (E*L)












