Tujuh Hari Pencarian Nihil, Operasi SAR KM Maluku Prima Makmur 03 Resmi Dihentikan

AMBON, Terasfakta.com- Setelah tujuh hari pencarian intensif, Tim SAR Gabungan secara resmi menghentikan operasi pencarian terhadap korban kecelakaan laut KM Maluku Prima Makmur 03 yang terbakar di Perairan Laut Banda, Kabupaten Maluku Tengah. Hingga hari terakhir operasi, seluruh korban yang dinyatakan hilang belum berhasil ditemukan, Kamis (27/11/2025).

Kepala Basarnas Ambon, Muhammad Arafah, menjelaskan bahwa pada hari ketujuh pencarian, operasi dimaksimalkan dengan mengerahkan seluruh unsur dan alat utama SAR pada beberapa sektor pencarian yang telah ditentukan.

“Sejak pagi hingga malam hari, Tim SAR Gabungan telah melakukan penyisiran secara menyeluruh di sejumlah titik potensial. Namun hingga operasi diusulkan untuk ditutup, hasil pencarian masih nihil,” ujarnya

Pada pukul 08.20 WIT, Rigid Bouyancy Boat (RBB) Basarnas Ambon dikerahkan melakukan penyisiran ke arah selatan Pulau Haruku, Pulau Saparua, hingga Pulau Nusalaut. Selanjutnya pukul 08.50 WIT, Tim Rescue Kansar Ambon bersama unsur SAR menggunakan KN SAR 242 Bharata bergerak ke empat titik koordinat pencarian.

Sekitar pukul 10.27 WIT, melalui komunikasi Channel 16, KN SAR 242 Bharata menerima informasi dari KN Hiu 14 PSDKP yang juga diperintahkan melaksanakan operasi SAR selama dua hari di wilayah Perairan Tual, Gorom, dan utara Banda Neira. Namun upaya tersebut juga belum membuahkan hasil.

Setibanya di titik awal lokasi kejadian, keluarga korban bersama Tim SAR Gabungan menggelar ritual adat dan doa bersama sebagai bentuk ikhtiar terakhir dan penguatan batin bagi seluruh keluarga.

Pada pukul 17.25 WIT, Tim SAR berkoordinasi dengan Distrik Navigasi (Disnav) Ambon serta SROP Ambon terkait pemantauan akhir hari pencarian, dengan hasil masih nihil. Selanjutnya pukul 18.25 WIT, KN SAR 242 Bharata tiba kembali di Pelabuhan Tulehu setelah menempuh pelayaran sejauh 128 nautical mile dengan heading 153,67 derajat, tanpa menemukan tanda-tanda korban.

Pukul 19.00 WIT, setelah dilakukan evaluasi bersama seluruh unsur SAR Gabungan dan pihak keluarga, disepakati bahwa Operasi SAR resmi dihentikan dan diusulkan untuk ditutup. Keluarga korban menyatakan dapat menerima keputusan tersebut dengan ikhlas. Namun apabila di kemudian hari ditemukan informasi baru terkait keberadaan korban, operasi akan kembali dibuka.

Arafah, menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR yang terlibat sejak hari pertama hingga hari ketujuh operasi.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh unsur yang terlibat, termasuk TNI AL, Polri, instansi terkait, pihak perusahaan, relawan, serta insan pers yang turut membantu dalam proses pencarian,” tuturnya.
Ia juga memberikan penghormatan khusus kepada Kapolda Maluku dan Dirpolairud Polda Maluku atas dukungan penuh selama operasi berlangsung.

Data Korban Dalam Pencarian:

1. Yakob Arnyanyi-Nahkoda (60)
2. Kien Julson Sabandar- ABK (51)
3. Misran Sumenda – ABK (51)
4. Finsen Rahayaan – ABK (27)
5. Deki Tatael – ABK (59)
6. Hengki Tatael – ABK (21)
7. Agung Mamentiwalo – ABK (29)
8. Oksin Tatael – ABK (31)
9. Otnjel Kolotja – ABK (51)
10. Jefry Langelo – ABK (62)
11. Melvin Rolando Hitalessy – ABK (26)

 

Unsur SAR Terlibat:

Basarnas Ambon, Pos SAR Nasional Tulehu, DOKPOL Polda Maluku, RBB Basarnas, KRI Balongan, KRI Kerapu, Polairud Polda Maluku dan Polres Maluku Tengah, keluarga korban, pihak perusahaan, serta unsur pers.

Alat Utama Operasi

KN SAR 242 Bharata, RBB Basarnas, KRI Kerapu, KRI Balongan, KN Hiu 14 PSDKP, rubber boat Polairud, kendaraan operasional, dan posko lapangan.

Kondisi Cuaca

Cuaca berawan, angin barat laut–barat 3–12 knot, dengan tinggi gelombang rendah sekitar 1,25 meter. (E*L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/