Ambon, Terasfakta.com- Perayaan Natal di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Ambon, Kamis (4/12), berlangsung khidmat dan penuh kehangatan. Momentum ini dimanfaatkan Pemerintah Kota Ambon untuk meneguhkan iman serta memberi penguatan moral kepada warga binaan menjelang Natal dan Tahun Baru.
Dalam suasana sederhana namun sarat makna, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menyampaikan pesan Natal yang menguatkan melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Masyarakat Desa (DP3AMD) Kota Ambon, Meggy M. Lekatompessy, S.STP., M.Si.
Wali Kota menegaskan bahwa tema Natal tahun ini, “Natal Kristus Menghadirkan Damai Sejahtera Bagi Semua”, mengandung pesan universal yang melampaui batas ruang dan status sosial.
“Damai sejahtera itu hadir bagi setiap pribadi yang membuka hati bagi kasih Tuhan,” ujarnya.
Pesan khusus juga disampaikan bagi warga binaan. Menurut Wattimena, Natal bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk bangkit dan memperbaiki diri.
“Setiap pribadi tetap berharga di mata Tuhan. Natal adalah kesempatan untuk memulai kehidupan baru dengan iman dan pengharapan yang teguh,” katanya.
Kepada seluruh petugas LPP, Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dedikasi dalam menghadirkan pembinaan berbasis nilai kemanusiaan.
“Lapas bukan hanya tempat pembinaan, tetapi juga ruang pemulihan martabat manusia,” tegasnya.
Ia berharap perayaan Natal ini semakin memperkuat persaudaraan, toleransi, dan cinta kasih sebagai fondasi membangun Ambon dan Maluku yang damai dan sejahtera.
“Semoga damai Natal tinggal di hati kita dan tercermin dalam sikap hidup sehari-hari. Selamat Natal dan Tahun Baru,” tutupnya.
Sementara itu, Pendeta Siltje Saloy dalam khotbah yang diambil dari Lukas 2:10–14 menekankan inti kabar sukacita Natal, yakni pesan untuk tidak takut dan tidak cemas karena Kristus telah lahir bagi dunia.
“Damai sejahtera bukan berarti hidup tanpa masalah. Persoalan adalah bagian dari dinamika manusia. Namun damai dari Tuhan membuat kita tetap tenang di tengah badai,” ungkapnya.
Ia mengingatkan bahwa damai sejati diberikan kepada mereka yang membuka hati menerima Kristus. Memasuki masa Advent dan Natal, jemaat diajak untuk berserah pada karya Tuhan yang selalu membawa damai.
Kepada warga binaan, Pdt. Saloy menegaskan bahwa keberadaan mereka di LPP merupakan bagian dari proses pembentukan hidup menuju yang lebih baik.
“Tuhan rindu setiap warga binaan membawa dampak positif dari pembinaan yang diterima, agar kelak menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.
Perayaan Natal di LPP Ambon dimeriahkan dengan penampilan paduan suara warga binaan dan pegawai LPP, pembacaan puisi Natal, serta ditutup dengan pembagian bingkisan Natal. Suasana penuh sukacita, kehangatan, dan penguatan iman menyertai seluruh rangkaian perayaan. (E*L)












