AMBON, Terasfakta.com- Pemerintah Kota Ambon merespons sinyal kenaikan biaya logistik, khususnya angkutan kontainer, yang berpotensi berdampak pada harga kebutuhan berbahan plastik.
Hal ini disampaikan Bodewin Wattimena kepada awak media di sela kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Provinsi Maluku 2027 yang berlangsung di Hotel Santika Premiere Ambon, Selasa (14/04/2026).
Menurutnya, pemerintah daerah dan masyarakat harus bersikap adaptif terhadap dinamika ekonomi tersebut. Salah satu langkah yang dinilai relevan adalah mengurangi ketergantungan terhadap plastik.
“Kalau harga plastik naik, mari kita kurangi penggunaannya. Ini situasi yang membuat kita semua harus beradaptasi,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti kearifan lokal yang sejak lama telah mengajarkan penggunaan bahan ramah lingkungan. Tradisi penggunaan daun sebagai pembungkus makanan dinilai bisa kembali dihidupkan sebagai solusi alternatif.
“Dari dulu masyarakat kita sudah terbiasa. Bungkus pakai daun pisang, tidak perlu plastik. Ini cara kita beradaptasi,” tambahnya.
Secara teknis, Pemkot Ambon akan meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan kajian mendalam.
Hasilnya bisa berupa himbauan hingga regulasi dalam bentuk peraturan Wali Kota (Perwali).
Di sisi lain, Bodewin Wattimena juga memaparkan perkembangan pembangunan Ambon Plaza.
Ia menyebutkan bahwa pihak pengembang telah menyerahkan fisik bangunan kepada pemerintah kota sesuai kontrak.
Pasca serah terima, Pemkot Ambon kini tengah memproses pengadaan sarana dan prasarana pendukung, seperti meja, kursi, hingga perangkat teknologi.
“Kalau semua berjalan sesuai rencana, kita upayakan pada triwulan ketiga sudah bisa dilakukan soft launching sebelum peresmian,” jelasnya.
Konsep yang akan diterapkan adalah penggunaan bertahap sambil melakukan penataan dan penyempurnaan fasilitas sebelum diresmikan secara resmi oleh Pemerintah Kota Ambon.
Langkah ini diharapkan tidak hanya mendorong aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi adaptasi kota terhadap tekanan ekonomi global yang mulai terasa di tingkat daerah. (E*L)












