AMBON,Terasfakta.com- Pemerintah Kota Ambon akhirnya bergerak menekan risiko kecelakaan lalu lintas di ruas Jalan Benteng Atas (Bentas) yang selama ini dikeluhkan warga.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon melakukan penutupan sejumlah lubang besar yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Langkah darurat tersebut dilakukan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari sebagai respons atas kondisi jalan yang kian memburuk akibat genangan air dan kerusakan lama yang tak tertangani.
“Kami dari Dinas PUPR Kota Ambon melakukan beberapa penutupan lubang-lubang yang cukup besar pada beberapa ruas jalan di Benteng Atas,” kata Kepala Seksi Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kota Ambon, Wendy Sahusilawane, kepada awak media di ruang kerjanya, Rabu (28/01/2026).
Menurut Wendy, kerusakan jalan dipicu oleh saluran air yang sudah lama tidak berfungsi optimal.
Kapasitas drainase yang tertutup menyebabkan air meluap ke badan jalan, terutama di jalur utama yang berada di depan SD dan kawasan asrama sekitar lokasi.
“Air sudah meluap ke beberapa jalan utama karena saluran sebagian besar tertutup. Itu yang mempercepat kerusakan jalan,” jelasnya.
Wendy menegaskan, pekerjaan yang dilakukan akhir pekan lalu bukan proyek permanen, melainkan langkah sementara untuk menekan risiko kecelakaan dan menjaga akses masyarakat tetap berjalan.
“Yang kami kerjakan kemarin hanya tampal sulam. Ada lubang-lubang besar yang sudah menghambat aktivitas masyarakat dan berpotensi menimbulkan kecelakaan,” ujarnya.
Untuk penanganan jangka panjang, Pemerintah Kota Ambon telah memasukkan perbaikan Jalan Benteng Atas ke dalam program prioritas tahun 2026, sebagaimana arahan Wali Kota Ambon kepada masyarakat setempat.
“Ruas jalan ini sudah masuk program tahun 2026. Saat ini kami masih dalam tahap penyusunan APBD dan menunggu proses penetapan serta tender,” kata Wendy.
Ia menyebutkan, pekerjaan fisik diproyeksikan mulai dilaksanakan sekitar Juni 2026, dengan panjang penanganan mencapai kurang lebih 1 kilometer.
“Penanganannya dari titik putar di kawasan asrama atas sampai ke arah Naik-Naik Bima di samping sekolah. Semua lubang akan dibereskan dan kondisi jalan dikembalikan normal,” tegasnya.
Untuk proyek tersebut, Pemerintah Kota Ambon mengalokasikan anggaran sekitar Rp1 miliar. Wendy memastikan, pekerjaan nanti bukan sekadar tambal sulam, melainkan perbaikan menyeluruh agar kerusakan tidak kembali terulang. “Ini bukan soal gambar-gambar atau pekerjaan sementara. Tahun 2026 itu pekerjaan permanen,” tandasnya.
Dengan langkah sementara yang sudah dilakukan dan proyek permanen yang telah dijadwalkan, PUPR berharap masyarakat dapat tetap berhati-hati saat melintas dan bersabar hingga pekerjaan utama dilaksanakan. (E*L)












