Wali Kota Ambon: Pertumbuhan Ekonomi Menurun, Namun Indikator Makro Tetap Positif

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: NightHDR; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 0.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

Ambon, Terasfakta.com- Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja ekonomi Kota Ambon pada semester pertama atau triwulan II tahun 2025. Meski pertumbuhan ekonomi mengalami sedikit penurunan, sejumlah indikator makro ekonomi daerah tetap menunjukkan tren positif.

“Kalau kita lihat indikator-indikator ekonomi, pertumbuhan memang menurun dari 5,9 persen menjadi 4 koma sekian persen. Namun, ini tetap patut kita syukuri karena masih dalam kondisi terjaga,” ujar Wali Kota Wattimena dalam konferensi pers di Ruang Vlissingen Balai Kota Ambon, Senin (6/10/2025).

Ia menjelaskan, penurunan tingkat kemiskinan juga menjadi capaian penting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kota Ambon turun dari 5,13 persen menjadi 4,3 persen. “Saya rasa ini hal yang positif. Data ini disampaikan oleh BPS melalui prosedur baku, dan kita patut bersyukur karena di tengah situasi yang sulit, efisiensi dan optimalisasi belanja pemerintah masih berdampak bagi ekonomi kota,” tutur Wattimena.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa inflasi Kota Ambon juga menunjukkan penurunan pada bulan September 2025. Kondisi ini dianggap sebagai bukti bahwa sinergi pemerintah dengan berbagai pihak berjalan baik.

“Pemerintah kota mengharapkan dukungan dari semua pihak, baik perbankan, instansi vertikal, maupun pelaku usaha. Kita harus bersama-sama menjaga kestabilan ekonomi dan sosial,” ujarnya.

Selain faktor ekonomi, Wali Kota Wattimena juga menekankan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Ambon. Menurutnya, situasi yang aman dan kondusif akan menarik minat investor untuk menanamkan modal, sehingga membuka lapangan kerja dan menekan angka pengangguran.

“Mari kita pastikan Ambon tetap aman, agar ada yang mau datang berinvestasi di kota ini. Dengan begitu, perekonomian bisa bergerak, pengangguran berkurang, dan kemiskinan turun,” tegasnya.

Wattimena juga mengingatkan bahwa seluruh target pembangunan daerah telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), termasuk indikator-indikator makro seperti kemiskinan, inflasi, dan pengangguran.

“APBD berfungsi sebagai faktor pendorong untuk memastikan bahwa indikator-indikator makro bisa dicapai sesuai target. Kalaupun nanti capaian sedikit meleset, tidak apa-apa yang penting kita memiliki standar yang harus dikejar,” pungkasnya. (E*L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/