Ambon, Terasfakta.com – Penumpukan kendaraan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer sempat terjadi di kawasan Pelabuhan Ferry Hunimua, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, beberapa hari lalu. Situasi tersebut membuat aktivitas penyeberangan ke Pelabuhan Waipirit, Kabupaten Seram Bagian Barat, tersendat.
Menanggapi kondisi itu, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Ambon bergerak cepat. General Manager ASDP Ambon, Samsudin Tanassy, memastikan pihaknya langsung melakukan penambahan jadwal pelayaran (ekstra trip) dan mendatangkan kapal bantuan untuk mempercepat arus kendaraan dan penumpang yang sempat tertahan di pelabuhan.
“Memang betul, terjadi antrean di Pelabuhan Hunimua. Saya sendiri lihat waktu menyeberang ke Waipirit, antrean cukup panjang karena hanya tiga kapal yang beroperasi, yakni KMP Inalika, Terubuk, dan Badaleon,” ujar Tanassy kepada awak media di ruang kerjanya, Jumat (17/10/2025).
Menurutnya, untuk mengurai kepadatan, pihak ASDP menambah frekuensi pelayaran hingga dini hari.
“Biasanya pelayaran terakhir jam 21.00, tapi malam itu kapal beroperasi sampai pukul 02.00 hingga 03.00 dini hari,” jelasnya.
Selain itu, ASDP Ambon juga memproses izin operasi sementara KMP Samandar, yang sebelumnya melayani lintasan Masohi-Nalahia-Amahai-Waipirit, untuk membantu pelayanan di lintasan Hunimua-Waipirit.
“KMP Samandar tiba pukul 17.00 dan langsung kami proses izin operasi sementaranya agar bisa memperkuat lintasan Hunimua-Waipirit,” kata Tanassy.
Dengan tambahan kapal tersebut, kini terdapat empat kapal yang aktif melayani lintasan Hunimua-Waipirit. Namun, tiga kapal lainnya,KMP Erana, Rokatenda, dan satu unit lainnya masih menjalani docking tahunan.
“Rokatenda diperkirakan keluar dok pada Sabtu. Setelah itu kami akan koordinasi dengan KSOP untuk pemeriksaan dan penerbitan sertifikat agar kapal segera dioperasikan kembali,” tambahnya.
Tanassy menegaskan, jadwal docking dilakukan sesuai rencana guna memastikan seluruh armada dalam kondisi prima menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), saat arus penyeberangan masyarakat Maluku meningkat tajam.
“Kami jaga agar kapal tetap dalam kondisi baik dan siap beroperasi, karena di bulan November sampai Desember dan Januari itu arus mudik tinggi. Tahun depan, jadwal docking akan kami atur agar tidak bersamaan seperti sekarang,” tutupnya. (E*L)
–




