AMBON, Terasfakta.com- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon dan Perumda Tirta Yapono mengikuti rapat bersama Komisi II DPRD Kota Ambon yang digelar di Kantor DPRD Kota Ambon, Kamis (5/2/2026).
Rapat tersebut membahas penguatan kerja sama pelayanan dan pengelolaan air bersih yang disuplai ke Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, termasuk pembahasan usulan DPRD atas kontribusi pendapatan daerah melalui pas progresif masuk pelabuhan bagi pengantar dan penjemput.
Hadir dalam rapat tersebut General Manager Pelindo Regional 4 Ambon, Zahlan didampingi Plh. Manager Operasi dan Teknik Pelindo Regional 4 Berli Kardin Senapaty, Plt. Direktur Perumda Tirta Yapono, Pieter Saimima bersama jajaran, dan para anggota Komisi II DPRD Kota Ambon, serta Staf Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
Dalam rapat tersebut, Komisi II DPRD Kota Ambon meminta agar proses pemasangan meteran air di wilayah Pelindo Ambon dapat segera dipercepat. Apalagi Pelindo Regional 4 Ambon dinilai cukup kooperatif serta berkomitmen mengikuti seluruh ketentuan dan kewajiban sesuai regulasi daerah.
“Pengelolaan air antara Pelindo Regional 4 Ambon dan Perumda Tirta Yapono harus diatur secara proporsional dan transparan. Pengaturan distribusi pajak air bawah tanah wajib memiliki kejelasan mekanisme, agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan maupun potensi kerugian bagi daerah,” tegas Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Body Wane Mailuhu.
“Terkait pengelolaan pass progresif pengantar dan penjemput yang masuk di kawasan pelabuhan, DPRD bersama Pemerintah Kota Ambon berharap pengelolaannya dapat dioptimalkan sehingga turut memberikan kontribusi tambahan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Ambon,” jelas Sekretaris Komisi II DPRD Kota Ambon, Hadiyanto Junaidi.
Menanggapi hal tersebut, General Manager Pelindo Regional 4 Ambon, Zahlan, menegaskan komitmen Pelindo dalam menjaga hubungan baik dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Kami berharap komunikasi dengan pihak Tirta Yapono terus berjalan lancar dan kooperatif, baik di tingkat pimpinan maupun staf operasional, sehingga setiap kendala teknis dalam pelayanan suplai air dapat segera teratasi.”ujarnya.
Dia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki permasalahan dalam manajemen apa pun dengan pihak Tirta Yapono, terutama dalam hal kerja sama penyediaan air baku.
Hal-hal yang berpotensi menimbulkan kendala teknis, pihaknya bersepakat unutk menetapkan SOP suplai air ke reservoar demi menjamin ketersediaan air yang layak dan cukup.
Menanggapi hal tersebut, pihak Perumda Tirta Yapono turut menyampaikan komitmen yang sama.
“Pada prinsipnya, kami menyambut baik kesepakatan penetapan SOP suplai air ke reservoar. Koordinasi yang selama ini terjalin dengan Pelindo Ambon berjalan dengan baik, dan kami berkomitmen memastikan distribusi serta ketersediaan air tetap terjaga sesuai kebutuhan pelayanan,” ujar Plt. Direktur Perumda Tirta Yapono, Pieter Saimima.
Sementara itu terkait pas masuk pelabuhan menurut Genaral Manager Pelindo Ambon Zahlan, komponen pajak sebenarnya telah dimasukkan dalam sistem pas pelabuhan. Namun, dalam pelaksanaannya pengelolaan dilakukan bersama vendor atau pihak ketiga yang menjadi mitra operasional Pelindo.
Melalui rapat ini, diharapkan sinergi antara Pelindo Regional 4 Ambon, Perumda Tirta Yapono, dan Pemerintah Kota Ambon semakin kuat, khususnya dalam peningkatan pelayanan masyarakat, kepatuhan regulasi, serta optimalisasi kontribusi bagi daerah.
Tentang Pelindo
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon,atau Pelindo Regional 4 Ambon mengelola empat pelabuhan, yakni Pelabuhan Pelabuhan Yos Sudarso,Slamet Riyadi,Pelabuhan Siwabessy, dan Pelabuhan Banda Naira yang seluruhnya berfungsi sebagai terminal penumpang. Pengelolaan dilakukan secara terintegrasi guna memastikan pelayanan penumpang berjalan aman, nyaman, dan tertib, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di wilayah Maluku dan sekitarnya. (E*L)












