Pelindo Ambon Dorong Tiket Kapal Online, Kurangi Antrean Pelabuhan

AMBON, Terasfakta.com- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon terus mendorong masyarakat membeli tiket kapal secara daring guna mengurangi antrean di pelabuhan serta mencegah praktik percaloan.

General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 Ambon, Zahlan, mengatakan sistem pembelian tiket kapal sebenarnya telah lama disiapkan secara online, namun sebagian masyarakat masih memilih membeli langsung di loket.

Hal itu disampaikannya kepada awak media saat kegiatan buka puasa bersama insan pers di Ambon, Jumat (12/03/2026).

“Pada dasarnya tiket kapal sudah bisa dibeli secara online. Bahkan saat ini sudah ada aplikasi yang memungkinkan masyarakat membeli tiket dan langsung mendapatkan barcode untuk proses boarding,” kata Zahlan.

Menurutnya, digitalisasi layanan tiket kapal merupakan bagian dari upaya meningkatkan efisiensi pelayanan di pelabuhan sekaligus memastikan seluruh penumpang tercatat secara resmi demi aspek keselamatan pelayaran.

Meski demikian, Pelindo masih menyiapkan fasilitas cetak boarding pass di terminal penumpang karena sebagian masyarakat di kawasan timur Indonesia masih membutuhkan layanan tersebut.

“Memang masih ada masyarakat yang datang ke terminal untuk mencetak atau mengambil boarding pass sebelum naik kapal. Karena itu kami tetap menyiapkan fasilitas tersebut,” ujar Zahlan.

Zahlan juga mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap praktik penjualan tiket tidak resmi yang marak melalui media sosial.

Ia menegaskan pembelian tiket sebaiknya dilakukan melalui aplikasi atau platform resmi yang telah bekerja sama dengan operator kapal maupun mitra penjualan.

“Kami mengimbau masyarakat membeli tiket melalui aplikasi resmi agar terhindar dari penipuan atau percaloan,” tegasnya

Selain itu, Pelindo Regional 4 Ambon juga terus melakukan koordinasi dengan operator kapal dan pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat sosialisasi penggunaan tiket online kepada masyarakat.

Di sisi lain, Zahlan turut menanggapi persoalan lalu lintas truk kontainer di kawasan pelabuhan yang sering disorot masyarakat.

Ia menegaskan pihaknya berkomitmen menjalankan aturan pemerintah daerah terkait pembatasan operasional kendaraan berat pada malam hari.

Namun, ia menjelaskan tidak semua kendaraan yang keluar masuk pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo.
“Kendaraan yang bisa kami kendalikan adalah yang beroperasi di dalam area pelabuhan. Sementara truk dari luar daerah yang masuk atau keluar menuju pelabuhan berada di luar kewenangan kami,” jelasnya.

Pelindo, lanjut Zahlan, tetap membuka ruang koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi logistik sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas di sekitar pelabuhan.

Ia berharap dukungan media dan masyarakat dapat membantu mempercepat pemahaman publik terhadap sistem tiket online sehingga pelayanan transportasi laut di wilayah timur Indonesia semakin tertib, aman, dan transparan. (E*L)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/