AMBON, Terasfakta.com- Dugaan perselingkuhan yang menyeret seorang oknum Sekretaris Desa (Sekdes) Waturu sekaligus Pelaksana Harian (Plh) Kepala Desa berinisial FL memicu gejolak rumah tangga dan menjadi sorotan masyarakat. Persoalan itu kian serius setelah muncul dugaan bahwa istri sah FL menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
Informasi yang dihimpun menyebutkan, dugaan hubungan khusus antara FL dan bendahara desa terungkap setelah diketahui oleh istri sahnya.
Temuan tersebut diduga menjadi pemicu konflik dalam rumah tangga yang kemudian berkembang menjadi persoalan yang lebih kompleks.
Seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, pertengkaran yang terjadi tidak hanya berakhir pada adu mulut, tetapi diduga berujung pada tindakan kekerasan terhadap istri FL.
“Awalnya terjadi pertengkaran setelah persoalan tersebut diketahui. Situasi kemudian memanas dan diduga berujung pada tindakan kekerasan terhadap istrinya,” ungkap sumber kepada Terasfakta.com, Jumat (30/5/2026).
Tak hanya itu, sumber tersebut mengaku dugaan hubungan antara FL dan bendahara desa telah lama menjadi perbincangan di tengah masyarakat.
Ironisnya, selain dugaan kedekatan dengan bendahara desa, beredar pula informasi bahwa FL diduga memiliki hubungan dengan seorang perempuan yang masih berstatus istri orang lain. Bahkan, muncul dugaan bahwa FL berupaya memengaruhi perempuan tersebut untuk mengakhiri rumah tangganya.
“Informasi yang berkembang menyebutkan adanya keinginan untuk memisahkan rumah tangga selingkuhannya demi kepentingan pribadi.
Mencuatnya berbagai dugaan tersebut memantik perhatian publik mengingat FL masih aktif menjalankan tugas sebagai Sekretaris Desa sekaligus Plh Kepala Desa Waturu.
Sejumlah warga menilai seorang aparatur pemerintah desa seharusnya mampu menjaga integritas, etika, dan moralitas sebagai teladan bagi masyarakat.
“Pejabat publik harus menjadi contoh yang baik dan menjaga marwah pemerintahan desa. Karena itu masyarakat menaruh perhatian serius terhadap persoalan ini,” lanjut sumber.
Di tengah ramainya pembahasan kasus tersebut, muncul pula informasi bahwa FL tidak berada di Desa Waturu dan diduga berada di Kota Saumlaki. Kabar itu memunculkan tanda tanya di kalangan warga terkait keberadaannya saat isu tersebut menjadi perhatian masyarakat.
Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait dapat menindaklanjuti informasi yang berkembang secara objektif, profesional, dan transparan guna menghindari spekulasi yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi FL untuk memperoleh konfirmasi terkait dugaan perselingkuhan, dugaan KDRT, maupun informasi mengenai keberadaannya. Namun yang bersangkutan belum dapat dihubungi sehingga keterangan resmi belum diperoleh.
(E*L)












