Rektor Unpatti Tekankan Riset Berdampak dan Inovasi Kampus

Ambon, Terasfakta.com- Momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional ke-78 dimanfaatkan Fredy Leiwakabessy untuk menegaskan arah baru pendidikan tinggi, riset harus berdampak nyata, pembelajaran melahirkan inovasi, dan kampus hadir menyelesaikan persoalan masyarakat.

Dalam wawancara usai upacara 2 Mei dan pembukaan Pekan Seni Mahasiswa Kampus (PEKSIMIKA) di Auditorium Universitas Pattimura, Sabtu (2/5/2026), Rektor menyoroti tiga fokus utama yang sejalan dengan tema nasional, yakni penguatan dampak, inovasi pembelajaran, dan kolaborasi pengabdian masyarakat.

“Riset tidak boleh berhenti pada paper atau artikel. Riset harus berdampak bagi industri dan mampu menjawab persoalan nyata di masyarakat,” kata Fredy.

Ia menambahkan, dorongan pemerintah, termasuk dari Prabowo Subianto, mengarah pada lahirnya riset berkualitas global yang berpotensi melahirkan ilmuwan kelas dunia.

Pada aspek pendidikan, Fredy menekankan pentingnya ruang belajar sebagai inkubator ide dan inovasi.

Menurutnya, kampus harus menjadi tempat tumbuhnya gagasan kreatif mahasiswa yang mampu memberi solusi konkret atas berbagai tantangan sosial.

Sementara itu, pada dimensi pengabdian, Unpatti mendorong model kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, dunia usaha, industri, dan media.

“Kolaborasi ini penting agar setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberi kontribusi bagi bangsa,” ungkapnya.

Menghadapi disrupsi teknologi, Unpatti disebut telah melakukan transformasi digital melalui integrasi sistem, mulai dari kepegawaian, keuangan, hingga sistem informasi akademik.

Langkah ini diambil untuk membangun ekosistem kampus yang adaptif terhadap perkembangan kecerdasan buatan.

Tak hanya itu, kampus juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru dengan mengoptimalkan aset dan sumber daya manusia.

“Perguruan tinggi tidak hanya fokus akademik, tetapi juga harus mampu berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Fredy.

Dari sisi inklusivitas, Unpatti menegaskan komitmen membuka akses pendidikan bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas, serta menjaga lingkungan kampus yang aman dari segala bentuk kekerasan. Kebijakan uang kuliah tunggal (UKT) yang tetap terjangkau menjadi salah satu indikator komitmen tersebut.

Di bidang kemahasiswaan, berbagai kegiatan seperti PEKSIMIKA didorong untuk menggali potensi dan kreativitas mahasiswa. Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan menuju kompetisi nasional sekaligus memperkuat prestasi non-akademik.

“Ini bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi unggul menuju cita-cita besar Indonesia Emas 2045,” tutupnya. (TF.3)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

https://febm.umrah.ac.id/unik-kegiatan-mahasiswa-ukm/ https://siladikti.kopertis7.go.id/ https://cvpulsa.id/tutorial https://brida.sultengprov.go.id/ https://ppid.umrah.ac.id/ https://ppid.bpkad.jatengprov.go.id/