Ambon,Terasfakta.com- 3 Perauran Kapolri sangat ampuh di abaikan, pihak Polres Kab. Buru, LSM DPD Intra-Win menilai Kapolres Buru gagal.
Minuman haram ini memicu banyak hal terjadi dalam beberapa bulan belakangan ini. Diantaranya kasus kriminal, pembunuhan, penganiyaan, kecelakaan menggunakan motor, balap liar dengan mengkonsumsi miras lebih
duluan berakibat fatal. berujung kematian.
Beberapa bukti fatal kejadian para pelaku kasus laka lantas dan kecelakaan tunggal dalam Minggu ini.
Juni 2025. Bahkan kejadian penabrakan terjadi kasus kecelakaan dua motor yang tak jauh dari perempatan jalan kecil jalur lingkungan warga Beralamat lorong jati 3 Desa Namlea .
Kecelakaan tersebut dapat disimpulkan ugal-ugalan mengendarai motor roda dua dengan kecepatan tinggi mengakibatkan terjadinya tabrakan kuat kepada pengendara yang berlawanan arah, tabrakan keras .
Akibat pelaku yang membawa kendaraan tersebut mabuk selesai mengkonsumsi miras. Seperti kasus kecelakaan beberapa hari lalu.
Tidak sampai ke persoalan tersebut, para pelaku kumsumsi miras jenis SOPI , pesta miras di lingkungan masyarakat, badan jalan saat larut malam hari, dan rata rata orang dewasa bahkan sudah menikah. Menggangu membuat gaduh masyarakat lingkungan yang telah beristirahat. Bahkan seorang anak berusia 13 tahun dalam kondisi yang tidak sehat (sakit) demam tinggi dan panas tiba tiba kejang membuat ibunya ketakutan dan menelpon salah satu anggota Polres yang baru saja mutasi tugas untuk meminta tolong, tetapi KOMUNIKASI tersebut tidak aktif.
Masalah ini sudah barang tentu membuat Ketua DPD INTRA-WIN, FORKAMI, dan juga WARTAWAN, Nurjannah Rahawarin, angkat bicara merasa bahwa Institusi / KAPOLRES KAB BURU. AKBP.SULASTRI SUKIDJANG yang saya nilai gagal.
“Masalah ini saya sampaikan dengan jelas dan terang-terangan. Bahwa sejak kapan saya melihat Kapolres Buru langsung turun di lapangan, dan apabila masalah Miras Jenis Sopi ini tidak di tangani dengan serius maka akan terjadi banyak masalah di lingkup masyarakat, “kata Nurjannah kesal. (TF-1)












