AMBON, Terasfata.com- Komisi II DPRD Provinsi Maluku menegaskan tidak akan ragu memanggil kembali Pertamina dan PLN jika jaminan keamanan pasokan BBM dan listrik menjelang Ramadan terbukti tidak sesuai fakta di lapangan.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku, Jhon Lainnya, menekankan bahwa hasil rapat dengar pendapat (RDP) bersama Pertamina dan mitra teknis menyatakan kondisi energi masih aman. Namun, ia mengingatkan agar pernyataan tersebut tidak hanya berhenti di meja rapat.
“Kalau memang mereka sampaikan ke Komisi II bahwa semuanya aman, tapi kenyataannya tidak aman, apalagi ini menjelang bulan puasa, maka kita panggil lagi. Tidak ada kompromi,” tegas Jhon Lainnya kepada awak media, Senin (2/2/2016).
Ia mengingatkan pengalaman Desember lalu, saat PLN menyampaikan kesiapan hingga Natal, namun justru terjadi pemadaman listrik saat perayaan berlangsung.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi catatan serius agar kesalahan serupa tidak terulang.
Jhon menegaskan, Komisi II meminta seluruh mitra, termasuk Pertamina dan PLN, bekerja ekstra memastikan pasokan energi tetap stabil menjelang Ramadan, mengingat potensi kenaikan harga kebutuhan pokok dan meningkatnya aktivitas masyarakat.
“Yang kami awasi di Komisi II adalah ketersediaan stok. Stok BBM dan bahan pokok harus ada. Untuk pengawasan harga itu ranah Disperindag, tapi semua harus siap siaga,” ujarnya.
Terkait kelangkaan BBM dan beras di Maluku Barat Daya (MBD) dan Kepulauan Tanimbar, Jhon menjelaskan bahwa masalah utama bukan pada stok, melainkan pada distribusi yang terganggu akibat cuaca ekstrem.
Ia menyebut kesalahan perhitungan jadwal pengangkutan menjadi faktor krusial, di mana kapal tidak mampu menghadapi gelombang tinggi saat musim pancaroba, sehingga distribusi tertunda.
“Stok itu ada, tapi alat angkut terkendala cuaca. Ini yang harus diantisipasi lebih awal. Kita tidak bisa selalu berlindung di balik alasan alam,” katanya.
Komisi II, lanjut Jhon, telah melakukan pengecekan langsung ke gudang Bulog dan memastikan kapasitas penyimpanan masih dalam kondisi aman. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pengawasan akan terus diperketat hingga menjelang Ramadan dan Lebaran.
“Kami fokus pastikan stok aman. Jangan sampai masyarakat jadi korban karena lemahnya perencanaan distribusi,” pungkasnya. (E*L)




