Ambon,Terasfakta.com- Operasi pencarian terhadap seorang warga Dusun Tapinalu, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, yang dilaporkan terjatuh dari longboat di Perairan Tanjung Ulatu, hingga hari kedua belum membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menghentikan sementara pencarian dan akan melanjutkan operasi pada hari ketiga, Jumat (6/2/2026).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, menjelaskan bahwa pencarian hari kedua dilakukan dengan membagi tim menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) guna memperluas area penyisiran di laut.
“SRU 1 menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) telah melakukan pencarian sejauh kurang lebih 10 nautical mile ke arah barat laut hingga pukul 15.30 WIT, namun hasilnya masih nihil,” ungkap Arafah.
Ia menambahkan, SRU 2 yang menggunakan longboat masyarakat juga melaksanakan pencarian sejauh sekitar 15 nautical mile ke arah barat laut hingga pukul 16.30 WIT, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Korban diketahui bernama Aply Siolimbona (74), warga Dusun Tapinalu, yang diduga terjatuh dari longboat beberapa hari lalu saat berada di sekitar Perairan Tanjung Ulatu.
Menurut M. Arafah, operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Basarnas Ambon, Polairud Polres SBB, Polsek Huamual, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta masyarakat setempat.
Sejumlah alut dan peralatan SAR turut dikerahkan, seperti RBB Basarnas Ambon, peralatan selam, AquaEye, longboat masyarakat, dan alat komunikasi.
“Kondisi cuaca di lokasi pencarian terpantau berawan, dengan angin barat laut hingga barat berkecepatan sekitar 22 knots dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter,” jelasnya.
Operasi SAR dihentikan sementara dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan keselamatan personel, dan akan kembali dilanjutkan pada hari ketiga dengan evaluasi taktik pencarian. (E*L)












