Namlea,Terasfakta.com- Peraturan mentri pendidikan dan kebudayaan ( Permendikbud?) terkait penanganan komflik disekolah yang patut di preteli . berdasarkan ketergantungan Masyarakat yang membutuhkan ketergatungannya terkait penanganan Komflik disekolah.
Salah satunya tentang tugas dan tanggung jawab Sekolah dalam menangani Komflik.
Termasuk mengembangkan kebijakan dan program untuk mencegah dan menangani komlik akibat bullying Dll.
Dalam peraturan Mentri,diungkap oleh Alumni Aktifis yang seringkali melakukan
kritikan pedas Bagi Birokrasi yg pelupa.
NURAH, Juga seorang Ketua Humas Kualisi anak adat Negri x JP3 Agen Pilar Perdamaian 2006. Maluku for One Indonesia.
Nurjannah, menyatakan bahwa seharusnya KEPSEK SMK ini Harus melihat semua Aspek dampak yang terjadi saat ini antara Dua Negeri Hunuth dan Hitu yang awal sebab akibat dari murid sekolah dibawah binaannya.
Bukti terang saat ini yang sudah di mulai dari sekitar Jam 11/Video firal konflik anak sekolah yang menikam seseorang temannya hingga meninggal. dan penanganan serius oleh dua korban yang sementara koma di rawat pada sebuah Rumah sakit. berakibat picu tersebut tidak bisa dihindarkan akibat korban naas meninggal dunia. Hal ini disebabkan
Para guru, dan Kepsek bikin apa saja?
Padahal Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan maupun kepsek ini terikat dengan peraturan Mentri PDK dalam penanganan Komflik di sekolah.
Fatalnya saya sudah dua kali melakukan penanganan kasus konflik anak sekolah di kepolisian Polres Buru. Bahkan saya sendiri melakukan Investigasi dan penelitian Komflik anak sekolah dalam setahun untuk Kabupaten Buru tahun 2024 sudah sekitar 7 kali. tetapi Proses sangsi Disiplin Guru Kepsek dari sekolah tersebut maupun Kepala Dinas Cabang di Ka.Buru semuanya fine fine saja.
Apabila jika kita berpatokan Kepada PERMENDIKBUD No
82 Tahun 2015 tentang pencegahan dan penanganan Kekerasan disekolah.
dan PERMENDIKBUD No. 18 Tahun 2016 tentang pengembangan Karakter siswa.
sekaligus PERMENDIKBUD No.23 tahun 2017 tentang hari sekolah dan kegiatan ektrakurikuler. semuanya Masih ada
beberapa pada sifat semaugue.
Sudah pasti ada Orang tua, Bahkan ke tingkat Komonitas Guru dan staf sekolah juga kadis Dikbud dapat bekerja sama ,untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga hubungan yang baik antara siswa.
Sehingga menjadi satu acuan bagi sekolah dalam
mengembangkan kebijakan program penanganan komflik yang efektif,” imbuh Nurjannah.
Beberapa Hal penting yang telah Gagal oleh Kepala sekolah SMK
dimana Murid sekolah yang saat dini hari tanggal 20.Agustus 2025. terjadinya Peristiwa kehilangan anak. dan kejadian serius lainnya Menjadi sangat memprihatinkan bagi kita. Yang Hidup di bumi basudara Gandong .Padahal kita baru saja memperingati hari bersejarah Bagi NKRI Hari Kemerdekaan ke 80
yang tepatnya 17Agustus 2025.
Penting dan Tujuan utama dari Persoalan yang muncul disebabkan
1. Keselamatan siswa bertujuan utama yakni memastikan keselamatan semua siswa dan mencegah cedera atau kerugian
2. Mengembangkan prilaku positif. yakni mengajarkan siswa untuk pentingnya Tolenransi, Empati, serta Komunikasi yang Efektif.
Bahkan pentingnya meningkatkan Kesadaran tentang dampak perkelahian dan menjaga hubungan yang baik dengan teman lainnya.
Lanjut Nurjannah, tetapi jika semua itu tidak didapatkan secara efektif maka
Pemerintah propinsi dan Kepala dinas Harus melihat semua dan meresafel Kepsek SMK yang tepat nya di ujung masalah tadi.
Semoga cepat Damai kedua Negri ini dan kembali hidup harmonis.
sebagai orang Basudara Pela dan Gandong. (TF-1)












